KOMISIONER

PERIODE 2017 -2022

1. Dr. Susanto, MA sebagai Ketua

Susanto lahir di Kabupaten Pacitan Jawa Timur, 5 Mei 1978. Kabupaten ini dikenal dengan kota seribu goa. Saat ini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI): Komisi Negara Independen yang dibentuk oleh Presiden berdasarkan Keppres Nomor 77 Tahun 2003. Amanah tersebut disematkan setelah melalui fit and proper test di Komisi VIII DPR RI dan diangkat oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Komisioner KPAI. Sejak mahasiswa, selalu lekat dengan dunia aktifis, mulai komisariat hingga pengurus besar. Jiwa sebagai aktifis tersebut hingga kini selalu mewarnai. Saat ini mendedikasikan diri sebagai Ketua Departemen Pengembangan Kebijakan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat Periode 2015-2020 dan sebagai Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2015-2020.
Menempuh SD di Temon II Arjosari Pacitan, selanjutnya MTs dan MA di Pondok Pesantren al-Fattah Kikil Arjosari Pacitan. Kemudian melanjutkan S1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo Jawa Timur, Lulus sebagai Wisudawan Terbaik, melanjutkan S2 Konsentrasi Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2007 sebagai Wisudawan Terbaik serta menyelesaikan S3 di Universitas Negeri Jakarta. Sejak mahasiswa ia aktif menulis dan riset terkait pengarusutamaan hak anak dan pengarusutamaan gender. Tingginya konsenitas tersebut, ia aktif menjadi kontributor artikel di berbagai media dan Majalah Media Perempuan yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta sering mendapatkan program riset dari kementerian tersebut.
Sebelum mengemban amanah sebagai Komisioner KPAI, ia telah malang melintang di dunia anak, sebagai aktifis konsorsium pencegahan eksloitasi anak, Anggota Kelompok Kerja KPAI, sebagai tim khusus di berbagai lembaga internasional, terutama terkait perlindungan anak, gender dan MDGs serta sebagai konsultan Pengkajian dan Penyusunan Pedoman di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dengan demikian, isu-isu perlindungan anak sudah tidak asing lagi bagi Susanto, yang kini aktif menulis isu-isu perlindungan anak dengan berbagai topik aktual dan fenomenal di sejumlah media nasional, baik cetak maupun online.
Saat ini Susanto aktif menjalankan amanah sebagai Komisioner KPAI sebagaimana mandat dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Amanah yang ia emban tak semata-mata dimaknai sebagai panggilan tugas, namun sebagai panggilan jiwa. Inilah yang menjadi energi besar dalam setiap langkah menunaikan tugas. Ia tak kenal lelah, tak kenal patah semangat dalam menjalankan tugas advokasi, pengawasan, penanganan pengaduan, memberikan masukan perbaikan kebijakan, mediasi, membangun kemitraan sinergis untuk optimalisasi penyelenggaraan perlindungan anak baik di tingkat pusat maupun di daerah. Ragam kasus pelanggaran hak anak dalam pendidikan merupakan bagian khusus yang selalu digeluti, terutama dalam kapasitasnya sebagai komisioner bidang pendidikan. Pendek kata, untuk kepentingan terbaik bagi anak, ia selalu mendedikasikan waktu, energi dan jiwa untuk anak Indonesia.

2. Rita Pranawati, MA sebagai Wakil Ketua

Lahir di Kebumen, 6 April 1977. Rita saat ini sebagai anggota KPAI periode 2014-2017. Ketua Bidang Kemasyarakatan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah ini dipercaya menjadi komisioner penanggung jawab bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak.

Magister Agama dari Interdisciplinary Islamic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Master of Arts bidang sosiologi dari Faculty of Arts Monas University, Australia (2012) ini mengajar di Universitas HAMKA Jakarta. Sebagai akademisi ia sering melakukan dan mereview penelitian, diantara penelitian yang terkait anak yakni menjadi reviewer untuk paparan penelitian Child Marriage in Indonesia, PLAN Indonesia (2011), penelitian tentang “Mediation in Muslim Divorce: A Case Study of Yogyakarta Religious Court. (This Research Contains the Children’s Right in the Divorce Process and After Divorce Process, thesis, 2012), dan pernah magang di PLAN Internasional Melbourne Australia dengan tugas khusus mereview proses dan hasil penelitian tentang Child Marriage yang dilakukan oleh PLAN Indonesia and PSKK UGM (2011). Rita juga berpengalaman dalam penanganan bencana yang memiliki perspektif perlindungan anak yang ia dalami ketika tsunami Aceh terjadi dengan bergabung di tim Children Center Muhammadiyah. Ia juga menjadi pengawas untuk pelaksanaan Children Disaster Awareness for School and Community (CDASC) yang merupakan cikal bakal manajemen penanganan bencana berperspektif anak di Muhammadiyah.

Disamping di dalam negeri, ia juga memiliki jam terbang ke luar negeri cukup banyak, baik untuk kepentingan studi, pelatihan, short course, maupun workshop, antara lain Delegation for Youth and Women Leaders of Muhammadiyah, United Kingdom (2005), workshop on Global Knowledge Exchange Program: Children in Disaster, Global Fund for Children, India (2006), dan peserta Moslem Exchange Program, Australia Indonesia Institute, Australia (2010), Workshop Equal Rights for Women and Children, KAS, Singapura (2013).

Peneliti di Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, pernah meraih beberapa penghargaan, antara lain menjadi mahasiswa teladan Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, (1999), lulusan terbaik kedua di Fakultas Sastra UGM periode Agustus 2000, pemenang riset grant dari CSRC UIN Syarif HIdayatullah untuk penelitian ‘Aisyiyah dan Pengembangan Filantropi untuk Keadilan Sosial (2005), penerima beasiswa Australian Leadership Award (ALA) (2011), dan penerima Allison Sudrajat Award, AUSAID (2011).

Rita juga dikenal sebagai penulis produktif, mayoritas karya tulisnya terkait dengan masalah agama, budaya pemberdayaan, dan Hak Asasi Manusia termasuk anak. Di antaranya HAM, Perempuan dan Anak (Modul untuk Training Agama dan HAM bagi ustadz dan ustadzah pesantren yang sudah dilaksanakan di 22 kota di Indonesia, 2009), Metode Membangun Toleransi untuk Integrasi Sosial di Kalangan Kelompok Keagamaan (2010), “Mediation in Muslim Divorce: A Case Study of Yogyakarta Religious Court (2012)”, dan masih banyak yang lainnya.

Istri dari Dwi Purnomo ini, telah dikaruniai dua orang anak, Fayyadh Pandya Mahardika, dan Dzakiyya Raksi Kayana Putri

3. Putu Elvina, S. Psi., MM. sebagai Anggota

putu1Lahir di Tarempa, 13 April 1972. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) ini terpilih sebagai Anggota KPAI periode 2014-2017 dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat.

Putu, demikian ia biasa disapa, saat ini dipercaya menjadi komisioner penanggung jawab bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Ia mengatakan bahwa berdasarkan Pasal 1 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang dimaksud dengan anak yang berhadapan dengan hukum (children in conflict with the law), adalah sebagai berikut : “Anak yang Berhadapan dengan Hukum adalah Anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana”.

Sarjana Psikologi Universitas Persada Y.A.I menegaskan seharusnya undang-undang SPPA seharusnya sudah diterapkan tahun ini, namun hal itu belum terjadi karena infrastruktur pendukungnya sangat minim. Pada tataran praktis dukungan perangkat teknis terhadap pemberlakuan undang-undang SPPA masih sangat minim, terlihat dari masih minimnya dukungan struktur dan aparatur terhadap persiapan pemberlakuan undang-undang ini”.

Putu menjelaskan, undang-undang SPPA adalah kebutuhan mendesak Indonesia, mengingat penanganan anak berhadapan dengan hukum belum bisa dilakukan dengan baik, karena masih berideologi memenjarakan anak.
“Harapan tertumpang dalam undang-undang SPPA yang mengusung asas keadilan restoratif dan diversi, yang diharapkan menjadi tiang sistem peradilan yang lebih mengutamakan kepentingan anak” tuturnya.

Istri dari Tjep Sukarsan ini, telah dikaruniai tiga orang anak, Zahra Fitria, Abdullah Sajid, dan Nisrina Tsabitha.

4. Ai Maryati Solihah, M. Si sebagai Anggota

Dalam Proses

5. Jasra Putra, S. Fil, M. Pd sebagai Anggota

Dalam Proses

6. Margaret Aliyatul Maimunah, S. S, M. Si sebagai Anggota

Dalam Proses

7. Retno Listyarti, M. Si sebagai Anggota

Dalam Proses

8. Sitti Hikmawatty, S. ST, M. Pd sebagai Anggota

Dalam Proses

9. Susianah, M. Si sebagai Anggota

Dalam Proses