- Pesan
-
- The file is not available on the server
- The file is not available on the server
KPAI Desak Poltabes Tangkap si Codet
DENPASAR - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat, Hadi Supeno mendesak polisi untuk segera mengusut tuntas kasus penculikan dan pemerkosaan dengan ciri-ciri pelaku ada codet. Di mana, sampai kini belum tertangkap.
Supeno menegaskan bahwa, dalam menyikapi kasus ini jangan hanya sekadar melakukan tindakan Law Enforcement saja. Melainkan dapat menyentuh aspek sosial juga. “Jangan hanya lakukan pengejaran saja, juga harus lakukan sosialisasi," ujar Hadi Supeno kepada koran ini di Mapoltabes Denpasar, siang kemarin (30/4).
Menurut KPAI, kasus penculikan di Bali bukan termasuk yang pertama di Indonesia, namun yang mencengangkan ketika kejadian pemerkosaan terhadap bocah terjadi berulang kali. "Bali bukan yang pertama, tapi jadi luar biasa ketika kejadian berlangsung berantai dan korbannya anak-anak,"'beber Supeno.Meski memprihatinkan, KPAI menyatakan bahwa kejadian itu sedang kadung terjadi. "Yang penting sekarang korban penculikan bisa sekolah dan semuanya Mau menerima. Kalau tidak, bisa diasingkan, ini bahaya,"ujar Supeno yang berkantor di Jakarta itu.
Kejadian pemerkosaan terjadi karena banyak media yang memberikan pengaruhnya. "Sekarang media banyak memberikan informasi yang murah. Seperti internet, sinetron," imbuhnya. Yang parah adalah hasil penelitian menyatakan bahwa 65 persen laki-laki setelah melihat adegan film tertentu langsung ingin action. Sedangkan 20 persen gejala itu terdapat pada perempuan.
Sementara itu, Kapoltabes Denpasar, Kombespol Alit Widana menyatakan bahwa saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap seseorang dengan. berbekal sebuah foto. "Fotonya sedang kami minta, dan kami sedang cocokkan dengan korban," ujar Alit Widana.
Dari foto tersebut, para korban akan ditanyai satu persatu, apakah pelakunya adalah yang ada dalam foto dimaksud.
Seperti biasa, Kapoltabes tidak punya target dalam menangkap penculik. "Target secepatnya, kami akan lakukan upaya preventif," imbuhnya. Alit Widana menyebutkan bahwa akan berkoordinasi dengan Polres yang ada diseluruh Bali. "Kami siagakan semua Polres. Jangan sampai, kami jaga di kota, pelakunya malah kepinggir (keluar kota, Red)," ujar polisi berpangkat melati tiga itu. (dra/rdr)
Sumber : Bali Express, Sabtu 1 Mei 2010
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami













