32 Persen Remaja Indonesia Pernah Berhubungan Seks

Berita KPAI

AddthisAddthis

Jakarta: Sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia pernah berhubungan seks. Demikian simpulan survei terbaru Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Kota besar dimaksud antara lain Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Dari survei KPAI diketahui, muatan pornografi yang diakses via internet sebagai salah satu pemicunya. Fenomena ini bisa menjadi bola salju di kota lain jika KPAI tak merilis hasil survei.

Fakta lainnya, 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja responden survei mengaku pernah bercumbu ataupun melakukan oral seks. Survei menyebutkan, 97 persen perilaku remaja diilhami pornografi di internet.

Sebagaimana diketahui, ada sekitar empat juta situs porno yang bebas dikonsumsi bebas di Indonesia. Sebenarnya pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat telah mencanangkan pendidikan seks bagi pelajar. Misalnya, bahaya human immunodeficiency virus (HIV) akibat seks bebas.

Namun demikian, sekuat apapun penyuluhan ataupun derasnya masalah pornografi lewat internet, pengawasan orang tua tetap utama. Begitu pula posisi tenaga pendidik sangat vital untuk menyelamatkan generasi muda.(*****)

Sumber: Metrotv news

Comments  

 
0 #8 kariem 2010-06-26 10:12
Astaghfirullah....beginilah nasib remaja negeri ini kalau tidak mau diatur dengan syari'ah islam, makanya agar selamat terapkan syari'ah dalam bingkai khilafah
Quote
 
 
0 #7 Dwi Santoso 2010-05-29 23:29
Saya pun sempat kaget ketika melihat tayangan di TVOne tentang hasil survei ini. Sebagai praktisi IT, saya ikut cemas. Di sisi lain, tak sedikit teman wanita melakukan pergaulan bebas. Iseng-iseng saya tanya "Apa sih yang membuat kamu melakukan ML? Apakah virginitas tak penting lagi bagimu?" Ternyata yang mereka inginkan adalah kenikmatan namun mereka kurang dibekali pengetahuan yang memadai tentang reproduksi sehingga akhirnya mengalami kehamilan. Jika Indonesia tak mau menjadi seperti Amerika Serikat maka pemerintah, pengelola ISP, asosiasi warnet, masyarakat dan orangtua harus aktif menerapkan penyaring konten pada konektivitas internet/multimedia sambil memberi pengarahan tentang perilaku seks yang sehat dan benar.
Quote
 
 
0 #6 ika sari 2010-05-27 14:17
saya setuju,semua harus didukung dengan orang tua itu sendiri...karena tanpa ada dukungan atau pengawasan dari orang tua akan sama saja.
Quote
 
 
0 #5 tata 2010-05-26 20:09
tentunya prilaku remaja indonesia tersebut berawal dari pemberian kebebasan yang berlebih pada fase awal remaja, sementara diluar keluarga (lingkungan Sosial)penuh dengan mesin Hasarat ( Boudrillar). jadi kebebasan Berlebih tanpa diberi arahan ditambah dengan kondisi sosial yang bebas akan memunculkan prilaku menyimpang. jadi bukan semata-mata karena faktor keluarga sebagai inti pembinaan.
Quote
 
 
0 #4 moh.syafiruddin 2010-05-23 22:22
lagi-lagi pemerintah harus bertanggung jawab, terutama menkominfo. cepatlah ditanggulangi dengan melakukan pemblokiran tarhadap situs-situs porno. karena sekarang pemakaian internet sudah masuk kepelosok kampung.......
Quote
 
 
0 #3 syamsul kurniawan 2010-05-23 16:46
Ada banyak hal yang menyebabkan para remaja ini terjerumus dalam seks bebas, di antaranya: pertama, Kurangnya perhatian dari orang tua. Perceraian atau ketidakharmonis an orang tua seringkali menjadi pemicu utama para remaja kemudian mencari pelarian atas permasalahannya , biasanya mereka mengkonsumsi narkoba maupun minuman keras, untuk melupakan sesaat permasalahan mereka. Selain itu, kesibukan orang tua juga menyebabkan orang tua tidak lagi memiliki waktu untuk sekedar mengobrol dengan anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka mencari cara untuk menarik perhatian mereka.
Quote
 
 
0 #2 yumant 2010-05-22 20:16
amit2
Quote
 
 
0 #1 titon 2010-05-19 13:14
tolong hasil survey tersebut juga dicantumkan disurvey dari berapa orang responden? apakah ini sudah valid secara ilmiah? agar menjadi acuan yang sah
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh