Mayoritas Penculikan Anak Dilakukan Orang Terdekat

Publikasi - Berita KPAI

AddthisAddthis

Magelang, CyberNews. Tiga puluh persen kasus penculikan anak dilakukan orang asing dalam arti bukan dari kalangan keluarga, dengan motivasi transplantasi organ tubuh, perdagangan manusia dan adopsi.

“Paling banyak, 70 persen, penculikan anak justru dilakukan orang tuanya sendiri, dengan latar belakang berebut kuasa asuh,” kata Drs H Hadi Supeno MSi, Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Senin (7/6).

Penyebab lain, mantan pasangan yang kalah di pengadilan dipersulit untuk menemui anak. Tindakan ini berpotensi munculnya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh pelaku penculikan. “Anak menjadi korban konflik antara ayah dengan ibunya. Terombang-ambing fisik dan traumatis. Buntutnya hak pendidikan, kesehatan dan hak anak lain, bisa menjadi terganggu pemenuhannya,” tutur Hadi Supeno.

KPAI menyiapkan rekomendasi kepada Mahkamah Agung agar ada kepastian hukum siapa pihak yang bisa melaksanakan eksekusi atas putusan pengadilan kasus perceraian. Karena harus ada pihak yang mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan itu.

Menurut dia, masalah ini tidak akan selesai hanya dengan meminta polisi agar waspada tanpa menyelesaikan akar persoalannya. Misalnya, pihak yang diputuskan pengadilan memiliki kuasa asuh, tetap akomodatif, dengan tidak menghalangi ayah atau ibunya untuk bertemu anaknya.

Sumber: Suara Merdeka Online

Comments  

 
0 #11 irwan 2010-12-07 02:48
harus nya anak dibawah umur jgn ada hak asuh.kan anak belum siap.ibu hamil aja di lindungi gak bisa cerai masak anak di bawah umur harus siap jadi korban
Quote
 
 
0 #10 irwan 2010-12-03 20:29
kalau bisa hapus hak asuh,tapi ganti dengan diasuh bersama dan awasi pelaksanaan nya
Quote
 
 
0 #9 irwan 2010-11-27 01:42
gini kalau pengadilan menetapkan anak ikut ibu nya terjadi terjadi penyelewengan baik nya di beri ke ayahnya aja sebab itu merupakan bukti ibu tidak bisa mengasuh
Quote
 
 
0 #8 irwan 2010-11-27 01:39
jadi yang kalah cuma boleh bertemu aja tidak boleh yang lain seperti ajak jalan2 maupun ketemu kakek nya?
mirip kita ketemu gajah di kebun bintang
Quote
 
 
0 #7 irwan 2010-10-11 00:06
apakah definisi 'bertemu' apakah menjeguk aja?
Quote
 
 
0 #6 Mustofa Syafaruddin 2010-06-28 12:18
bagaimana jk ada seorang ibu yg pergi selingkuh dgn laki2 yg ada suaminya dan menitip anak itu dineneknya? masih berhakkah ibu spt ini mengasuh anak itu? lbh baik ayahnya khan?
Quote
 
 
0 #5 Mustofa Syafaruddin 2010-06-28 12:17
bagaimana jk ada seorang ibu yg pergi selingkuh dgn laki2 yg ada suaminya dan menitip anak itu dineneknya? masih berhakkah ibu spt ini mengasuh anak itu? lbh baik ayahnya khan?
Quote
 
 
0 #4 Mustofa Syafaruddin 2010-06-28 12:16
bagaimana jk ada seorang ibu yg pergi selingkuh dgn laki2 yg ada suaminya dan menitip anak itu dineneknya? masih berhakkah ibu spt ini mengasuh anak itu? lbh baik ayahnya khan?
Quote
 
 
0 #3 Mustofa Syafaruddin 2010-06-28 12:16
bagaimana jk ada seorang ibu yg pergi selingkuh dgn laki2 yg ada suaminya dan menitip anak itu dineneknya? masih berhakkah ibu spt ini mengasuh anak itu? lbh baik ayahnya khan?
Quote
 
 
0 #2 Mustofa Syafaruddin 2010-06-28 12:14
gmana jika ada ibu yang pergi selingkuh dengan laki2 yg ada suaminya dan meninggalkan anak2nya di neneknya? setelah bercerai dan menikah dgn laki2 selingkuhannya, masih berhakkah ibu seperti itu mengasuk anaknya? lebih baik sama ayahnya khan?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh