KPAI: Razia Telepon Seluler Jangan Kriminalkan Anak
Magelang (ANTARA) - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Hadi Supeno, mengatakan, razia telepon seluler di kalangan pelajar terkait dengan peredaran video mesum dengan pelaku mirip artis terkenal agar tidak terjebak pada upaya mengkriminalkan anak-anak. "Kalau itu yang terjadi (kriminalisasi pelajar.red), namanya pejabat dinas pendidikan dan guru telah `keblinger` (salah arah.red)," katanya di Magelang, Minggu.
Dinas pendidikan di sejumlah daerah memerintahkan pihak sekolah untuk merazia telepon seluler yang dibawa para siswa untuk mengantisipasi peredaran video mesum akhir-akhir ini. Jika tujuan razia tidak jelas, katanya, kegiatan itu bisa berubah menjadi kriminalisasi pelajar.
"Operasi silakan saja, asal sebatas usaha untuk menghapus materi-materi pornografi," katanya.
Ia menyatakan tidak setuju jika pihak sekolah memberikan hukuman kepada siswa dan bahkan mengeluarkan siswa dari sekolah itu karena membawa telepon seluler berisi video dan gambar mesum.
Razia telepon seluler milik siswa, katanya, harus tetap dalam kerangka proses pendidikan untuk mendewasakan mereka.
Ia mengemukakan, siswa yang membawa telepon seluler berisi video dan gambar mesum adalah korban atas penyebaran rekaman itu.
"Sebab siswa itu korban, korban dari ulah pelaku pornografi, industri pornografi, dan pengedar. Yang salah itu orang dewasa, produsen, pelaku, dan penyebar. Mereka yang dihukum, bukan anak," katanya.
Ia mengatakan, siswa yang membawa telepon seluler berisi video dan gambar mesum perlu mendapat pembinaan, bimbingan, dan penanaman karakter.
"Dia perlu dibantu dan dibela, bukan malah dihukum," katanya.
Sumber: yahoo online
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami














Comments
KAMI DI RAZIA MENDADAK PADA MLM MINGGU KEMAREN SEPERTI PENGGEREBEKAN TERORIS DENGAN BEBERAPA POLISI BERPAKAIAN PREMAN SEKITAR 10 ORANG MASUK KE WARNET KAMI BLM BEBERAPA ORANG YG MENUNGGU DI LUAR, SPONTAN KAMI KAGET DAN HANYA DIAM SEDANG KAM PARAH KLIEN KM YG SEDANG BERMAIN GAME HANYA MELIAT KETAKUTAN DAN GEMETAR KETIKA SALAH SEORANG POLISI MEMBENTAK2 KAMI MENANYAKAN KTP. DAN POLISI MEMBATASI JAM BUKA USAHA KM. PADAHAL PENDAPATAN KAMAI HANYA WAKTU MLM SAJA. JADI APABILA POLISI MEMBATASI JAM USAHA SAYA, MAKA EFEK NYA 2 KARYAWAN KAMI TERPAKSA KM BERHENTIKAN ,DAN OMZET KM KIRA TDK AKAN CUKUP UNTUK BIAYA2 LAIN SERPERTI MEMBAYAR LISTRIK , PROVIDER, SERTA KARYAWAN,
JADI INILAH UNEK2 SAYA ,SAYA TIDAK TH ARUS BERBUAT APA DAN HARUS MENUANGKAN DENGAN SIAPA..
RSS feed for comments to this post