Gempa Guncang Sosialisasi KPAI
Gempa bumi bisanya merobohkan bangunan gedung, rumah dan jalan. kali ini yang terjadi agak berbeda justeru gempa berkekuatan 4,7 SR yang terjadi di Posso Maluku meruntuhkan mental peserta sosialisasi Komisi Perlindungan Anak (KPAI} yang diselenggarakan di lantai 3 Hotel Amans, Rabu (16/6).
Sekitar pukul 17.18 WIT, saat Ketua KPAI Hadi Supeno dengan semangat disertai nada tinggi menjawab pertanyaan peserta kenapa KPAI mengawasi kita (pemerintah)?, padahal sudah ada DPR yang melakukan pengawasan."KPAI melakukan pengawasan sesuai dengan perintah UU, hasil pengawasan akan disosialisasikan dan dijadikan bahan laporan kepada presiden, itu tupoksi KPAI," ujar Hadi Supeno.
Belumsempat melanjutkan keterangan yang disampaikan Hadi Supeno, muncul getaran awal pelan terus meja kursi gergetar makin kencang dan makin lama getaran itu berubah menjadi goncangan yang menggoyang kencang sekali,disitulah beberapa peserta tersadar bahwa kejadian itu adalah Gempa."Lari-lari ...ayo keluar," teriak beberapa peserta.
Sementara nara sumber dari KPAI Hadi Supeno, Abdul Ghofur dan Bapeda Maluku M Arief Huessien, tetap bertahan di kursi. Sementara Moderator dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan KB Maluku spontan menepi di dtembik dinding ruang berlangsunya kegiatan Worshop Soosialisasi PEP. Para peserta terus berteriak dan berhamburang masing-masing."berhenti.. bubar.. berhenti," ucapa mereka, sambil berebut keluar melalui pintu yag satu satunya tersedia.
Di luar ruangan Kabag Perencanan dan Keuangan KPAI M Nasir Yusuf yang sedang bincang bagian SDM Propinsi Maluku Bu Occa langsung ambil keputusan meninggalkan arena sosialisasi melalui tsnggs turun dengan meluncur menggunakan pagar besi tangga tanpa ragu sekidikit pun, sehingga dalam hitungan detik berhasil keluar ruangan loby hotel, dan kemudian Nasir hanya memandangi dari luar gedung."ya harus cepat menyelamatkan, kalau melihat tanda-tanda gempa, saya cari aman dulu lah" uajrnya yakin ketika diatanya kenapa nekad melakukan peluncuran diri yang tidak semua orang bisa melakukan itu.
Sedang Pokja Sosialisasi Sander Dikcy Zulkarnaen yang tadinya setia mendampingi berperan mengoperasi acara begitu dengar aba-aba ada gempa tanpa pikir panjang langsung tinggal acara, dan rekannya sesama Pokja Tubagus Mulyadi terpakso tetap di dalam dengan handicam ditangan. Rupanya belakangan diketahui gempa Maluku yaang berada pada kordinat 3,6 LS 128,26 BT atau 13 kilo meter sebelah Timur laut Pulo Ambon tepat di pesisir pantai Desa Paso, Teluk Baguala pada kedalaman 10 Km. Pada Hari yang sama di Biak Papua sedang terjadi gempa berkekuatan 7,1 SR yang menggocang kan Manokwari sekitarnya dan rusaknya bagunan pemerintah dan korban meninggal puluhan orang.
Peserta Worshop yang datang dari utusan SKPD Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Anbon dan serta utusan Dinas dan isntansi terkait tingkat Propinsi Maluku kembali melanjutkan acara sosialisasi dengan penuh perasan dan khawatir akan terjadi susulan.
Setelah ada penjelasan dari BMKG station Ambon melalui raning teks di televisi bahwa G Gempa Maluku tidak ada lagi susulan apalagu tsunami, maka tenangkan peserta mengikuti acara Sosialisasi dan PEP hingga larut malam. Peserta tampak antusias mengikuti hinga selesai, mereka menyampaikan laporan kondisi penyelenggaraan perlindungan anak di daerah masing-masing.
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami












