KPAI Nilai, Recovery Bencana Sumbar Lambat
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, proses recovery atau pemulihan bencana di Sumbar pasca bencana alam berjalan lamban, khususnya di Kota Pariaman dan Padang Pariaman. Bila tidak ada langkah-langkah terobosan, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap daya tahan tingkat kesehatan masyarakat khususnya anak-anak.
Ketua KPAI mengungkapkan hal itu stelah pulang dari kunjungan monitoring ke Sumatera Barat Kamis kemarin. Pada awal bencana, Hadi Supeno juga berada di Sumbar selama beberapa hari dan ikut aktif dalam rapat-rapat evaluasi bersama Pemda Sumbar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ia berharap, agar sukses pada tahapan evakuasi di masa tanggap darurat akan dilanjutkan dengan masa recovery. “Di Sikapak Hilir Pariaman misalnya, atau sepanjang jalan raya Lima Sikoto Timur, rumah-rumah yang ambruk belum tertangani secara memadai. Di Gunung Padang Anai, hanya banyak warga yang masih membiarkan saja bangunan yang ambruk”ujarnya. Saat di Pariaman, ia menyaksikan kepanikan sebagian warga karena menjelang tengah malam terjadi gempa 5,3 SR, sehingga banyak warga yang tidak berani tidur di dalam bangunan.
Persoalannya, musim hujan sudah turun.Selama 20 hari warga tidur di tenda-tenda. Bila hujan turun, tenda kebanjiran. Kemarin saya merasakan, saat berada di bawah tenda, lama-lama semua lantai tenda kemasukan air. Saya sangat mengkhawatirkan kesehatan anak-anak”tambahnya.
Keprihatinan lain, di Lima Sikoto Timur banyak sekali anak-anak yang menjadi pengemis. “Ini tidak boleh dibiarkan. Semua pihak harus mencegah kondisi ini”paparnya prihatin. Ia mengetauk hari semua dermawan untuk terus memberikan bantuan kepada korban bencana Sumbar dengan fokus daerah-daerah yang paling parah. Para pengumpul dana yang diberitakan sudah bermilyar-milyar, mestinya harus segera disalurkan.
Sementara itu, setelah melihat kondisi di lapangan, KPAI memutuskan untuk terus mempertahankan Posko Bencana yang beralamat di Jalan olo-Ladang Nomor 1 Padang. Posko ini, selain menyalurkan bantuan logistic dan kebutuhan anak-anak, juga memberikan terapi trauma psikososial kepada sekolah-sekolah. Mulai minggu depan, KPAI bahkan akan melatih guru-guru SD agar bisa melakukan secara mandiri terapi mental bagi siswa-siswanya.
“Alhamdulillah, para relawan KPAI masih semangat, ya kita teruskan. Mungkin sampai awal November”kata Hadi Supeno.
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami











