Jumat Juli 30 , 2010
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah Lembaga Independen yang kedudukannya setingkat dengan Komisi Negara yang dibentuk berdasarkan amanat Keppres 77/2003 dan pasal 74 UU No. 23 Tahun 2002 dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia. Lembaga ini bersifat independen, tidak boleh dipengaruhi oleh siapa dan darimana serta kepentingan apapun, kecuali satu yaitu “ Demi Kepentingan Terbaik bagi Anak ” seperti diamanatkan oleh CRC (KHA) 1989.

Guru Tk/Paud Se Bekasi Sepakat Pendidikan Tanpa Kekerasan

Sebanyak 700 guru Taman Kanak-kanak , dan Pendidikan Usia Dini se Kota Bekasi menyampaikan ikrar kesepakatan “Bangkit dan beraksi” untuk melakukan praktek pendidikan tanpa kekerasan. “Kekerasan bukan pendidikan. Kekerasan berlawanan dengan pendidikan. Kekerasan akan mematikan keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang anak”ungkap salah seorang dari mereka, Ny Norma, yang juga Ketua Ikatan guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Cabang Kota Bekasi.

 

Ikrar tersebut muncul di sela-sela Seminar Sehari dengan tema “Peran Guru TK/PAUD Dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak”, yang merupakan rangkaian dari kegiatan “Kampanye Nasional Hak-Hak Anak” yang diinisiasi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kampanye ini, bagian dari kampanye percepatan pencapaian Millennium Development Goal’s di bawah United Nations Development Program (UNDP), yang berlangsung dari tanggal 16 sampai 18 Oktober 2009 di seluruh dunia dengan tema besar “Stand Up and Take Action” atau Bangkit dan Beraksi.

Hadir dalam kesempatan tersebut isteri Walikota Bekasi yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Ny Sumiyati Muhammad Muchtar, yang dalam sambutannya meminta agar semua pihak memberikan perhatian pada pemenuhan hak-hak anak.”Masih banyak anak-anak Indonesia yang belum beruntung, hak-haknya belum terpenuhi, juga belum terlindungi. Jadikan momentum ini untuk menyegarkan komitmen memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk menekan angka kematian bayi.

Ketua KPAI Hadi Supeno mengingatkan bahwa 189 Kepala Negara tahun 2000 bersepakat melakukan pembangunan millennium dengan target-target pada 8 klaster yang meliputi; pengurangan angka kemiskinan, pendidikan untuk semua, kesetaraan gender, menekan angka kematian bayi, meningkatkan kesehatan ibu, memberantas penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular, menyelamatkan lingkungan dan membangun kerjasama global.

Hari ini menurut Hadi, dari Johanesburg-Nairobi- New Delhi-Bangkok-bekasi-Sidoarjo dan berbagai kota di dunia merayakan hari penanggulangan Kemiskinan se Dunia, karena kemiskinan adalah sumber dari banyak masalah. Teman-teman dari Bekasi juga melakukan kegiatan serupa. “Saya ingin Tanya, apakah Ibu Bapak semua siap untuk ikut menciptakan masyarakat yang sejahtera dengan menyiapkan anak-anak masa depan yang sehat , cerdas dan bergembira?” Tanya hadi Supeno yang dijawab serentak, “Siap!”.

Pada kesempatan itu, Hadi menitipkan pesan kepada walikota Bekasi lewat Ny sumiyati Muhammad Muchtar, agar Pemda bersungguh-sungguh memberikan keberpihakan kepada perlindungan anak, di antaranya dengan memberikan anggaran yang memadai. “Bu Wali kami titip, dunia pendidikan TK dan PAUD diberi anggaran yang banyak. Kalau Bu walikota yang menyampaikan pasti berhasil”selorohnya yang disambut tepuk tangan gempita semua hadirin.

Kegiatan yang berlangsung di Islamic Centre Bekasi ini dipanduoleh Komisioner KPAi Drs H Abdul Ghofur MSi dengan fasilitasi Dinas Pendidikan setempat.

 

Add comment


Security code
Refresh

KPAI Dalam Berita

ImageBerita KPAI

Berita seputar Kegiatan dan Peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam mengatasi permasalahan Anak di Indonesia. Selengkapnya

Kumpulan Artikel PA

ImagePerlindungan Anak

Segmen ini merupakan Kumpulan Artikel Perlindungan Anak yang meliputi Hak, Kekerasan, pornografi, perdagangan Anak dll. Selengkapnya

Press Release KPAI

ImagePress Release

Kumpulan Press Release Kegiatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia diharapkan dapat menjadi media komunikasi yang efektif. Selengkapnya