Bulying Adalah Produk Lingkungan Yang Keras
Ketua KPAI Hadi Supeno meminta semua kalangan jangan memojokkan siswa pelaku bulying, karena bulying pada dasarnya produk lingkungan yang keras, baik social, politik, ekonomi, dan budaya.”Kalau mau fair, salahkanlah orang tua, guru dan pemerintah karena merekalah yang menciptakan kondisi menjadikan anak-anak melakukan praktek kekerasan terhadap sesame temannya”ujarnya.
Ia mengungkapkan hal itu ketika menjadi nara sumber “Penanganan Kekerasan Terhadap anak di Sekolah”, yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemda DKI, di Balaikota, akhir pecan lalu.
Hadi menunjukkan fakta bahwa semakin kompleks dan kerasnya kehidupan, semakin tinggi pula angka bulying di dalam masyarakat kita. Itu emnandakan bahwa fenomena bulying bukan sebuah kejadian tunggal, tetapi impact aplitudo dari lingkungan social yang menekan anak-anak secara psikologis, dan ekspresinya berupa perilaku bulying.
Dalam perspektif perlindungan anak, Ketua KPAI meminta agar sealu emlihat bahwa pelaku bulying adalah korban. Untuk itu berbagai pihak jangan langsung memojokkan anak-anak pelaku bulying.
Untuk meminimalkan tindak kekerasan terhadap anak di sekolah Ketua KPAI yang mantan guru ini menawarkan beebrapa langkah. Pertama, wujudkan konsep Sekolah Ramah Anak. Kedua, tindak tegas bagi pelaku bulying yang dilakukan oleh orang dewasa (guru, orang tua, penyelenggara pendidikan, dan masyarakat). Ketiga, untuk pelaku anak harus dipandang sebagai korban. Keempat, pendekatan restorative justice sebagai jalan penyelesaian atas kasus-kasus bulying, yakni pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, bukan serta merta membawa pelaku kepada aparat hukum.
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami













Comments
RSS feed for comments to this post