Press Relase
Terkait Video Porno Mirip Ariel-Luna-Cut Tary
Terkait Video Porno Mirip Ariel-Luna-Cut Tary
KPAI: SAATNYA MASYARAKAT TEGAS MELAWAN SEGALA BENTUK PORNOGRAFI
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat prihatin atas maraknya pemberitaan peredaran video porno dengan pelaku mirip Ariel dan Luna Maya, serta Ariel dan Cut Tary. Berdasarkan informasi, tidak tertutup kemungkinan akan beredar pula video porno lainnya yang melibatkan para artis.
Fenomena tersebut sangat tidak mendidik dan destruktif terhadap perkembangan mental generasi bangsa, khususnya anak-anak usia remaja, yang masih dalam tahap pencarian orientasi nilai. Menyikapi persoalan tersebut, KPAI menyampaikan beberapa seruan kepada berbagai pihak, sebagai berikut
1. Kepada para artis dan selebritis lainnya yang menjadi publik figur hendaknya berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku, karena mereka adalah idola dan sering tindak-tanduknya dari gaya berpakaian, hobi dan gaya hidupnya sering diikuti oleh pengagumnya, yang sebagian besar anak muda (anak-anak dan remaja). Seharusnya mereka memberikan contoh yang baik.
2. Kepada media massa, KPAI meminta agar bersikap lebih bijak dalam menayangkan pemberitaan video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tary, agar tidak menjadi penyebaran pornografi itu sendiri. Pemberitaan media sebagai control social sangat dihargai, tetapi jangan di eksplore secara berlebihan. Media harus mempertimbangkan aspek best interest for the child.
3. Kepada aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan memberikan hukuman sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik berdasarkan KUHP, UU ITE, maupun UU Pornografi. Penegakan hukum tidak hanya terhadap industri pornografi dan pengedar, tetapi juga pelaku itu sendiri, apalagi jika ia sudah melakukan berulang-ulang.
4. Kepada warga masyarakat agar tidak larut dalam arus pemberitaan gosip, seks dan kriminal yang memberi dampak buruk terhadap perkembangan mental anak. Kepada para orangtua untuk melakukan pengawasan dan bimbingan kepada anak-anaknya agar terhindar dari bahaya pornografi.
5. Terkait dengan peredaran video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tary diatas, maka KPAI menyerukan saatnya segenap elemen masyarakat untuk menolak pornografi, dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap dan menghukum para pelaku.
Jakarta, 09 Juni 2010
Ketua KPAI,
ttd
Hadi Supeno
Tentang KPAI
Publikasi
Pengaduan
Webmail
Kontak Kami












Comments
Saya setuju dan mendukung surat KPAI diatas. Mohon dukungan media2 massa untuk juga mempublikasikan surat tersebut. Dan terakhir, saya juga usul KPAI menulis surat khusus ditujukan (langsung, jangan melalui dep-dik) kepada kepala2 sekolah, terutama SD dan SMP, mohon peran serta dan kepedulian mereka utk membantu "memerangi" serangan virus pornografi semacam ini. Mereka pd umumnya sdh tahu dari banyaknya pengaduan guru dan orgtua, namun krn alasan2 kepentingan komersil (terutama sekolah2 "mahal") mereka tdk berani bersikap tegas dan berkonfrontasi dgn pihak orgtua yg tdk bertanggung jawab.
Mungkin persepsi saya salah?
RSS feed for comments to this post