Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
    • Semua
    • Siaran Pers
    • Berita KPAI
    • Artikel
    • Suara Kita
    • Tinjauan
    • Aksi
    • Buku
    • Video
    • Foto Galeri
    • infografis
    KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

    KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

    Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

    Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

    Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

    Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

    KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

    KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

    Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

    Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

    KPAI Hadiri Forum Bakohumas, Siap Perkuat Narasi Keketuaan Indonesia di D-8 2026–2027

    KPAI Hadiri Forum Bakohumas, Siap Perkuat Narasi Keketuaan Indonesia di D-8 2026–2027

    Dorong Satgas Nasional, KPAI Tegaskan Darurat  Eksploitasi Seksual Anak Daring

    Dorong Satgas Nasional, KPAI Tegaskan Darurat  Eksploitasi Seksual Anak Daring

    Kasus Eksploitasi Seksual Anak Online Meningkat, KPAI Perkuat Kolabrasi dengan NCMEC

    Kasus Eksploitasi Seksual Anak Online Meningkat, KPAI Perkuat Kolabrasi dengan NCMEC

    KPAI Dorong Rekam Medis Gizi Anak Jadi Dasar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    KPAI Dorong Rekam Medis Gizi Anak Jadi Dasar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    KPAI: Ditres dan Satres PPA PPO Harus Jadi Pilar Perlindungan Anak dan Perempuan

    KPAI: Ditres dan Satres PPA PPO Harus Jadi Pilar Perlindungan Anak dan Perempuan

    Awal 2026, KPAI Pimpin Konsultasi Anak untuk Perkuat Hak Sipil dan Partisipasi di Ruang Digital

    Awal 2026, KPAI Pimpin Konsultasi Anak untuk Perkuat Hak Sipil dan Partisipasi di Ruang Digital

    KPAI Paparkan Laporan Akhir Tahun 2025: Potret Tantangan dan Penguatan Perlindungan Anak di Indonesia

    KPAI Paparkan Laporan Akhir Tahun 2025: Potret Tantangan dan Penguatan Perlindungan Anak di Indonesia

  • Informasi Publik
    • Semua
    • Pengumuman
    • PPID
    • Laporan Tahunan
    • Renstra
    • LAKIP
    • Indikator Kinerja Utama
    • Perjanjian Kinerja
    • Magang
    • Himbauan
    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    KPAI Desiminasikan Pedoman Pengawasan untuk Perkuat Sistem Perlindungan Anak

    Pedoman Pengawasan KPAI Tahun 2025: Wujud Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Terukur dan Berkelanjutan

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK :  ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK : ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    KOMITMEN BERSAMA EFEKTIFITAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN EKSPLOITASI DAN TPPO KEPULAUAN RIAU

    KOMITMEN BERSAMA EFEKTIFITAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN EKSPLOITASI DAN TPPO KEPULAUAN RIAU

    Laporan Akhir Tahun KPAI 2023

    Laporan Akhir Tahun KPAI 2023

    MAKLUMAT PELAYANAN

    MAKLUMAT PELAYANAN

  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
    • Semua
    • Siaran Pers
    • Berita KPAI
    • Artikel
    • Suara Kita
    • Tinjauan
    • Aksi
    • Buku
    • Video
    • Foto Galeri
    • infografis
    KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

    KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

    Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

    Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

    Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

    Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

    KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

    KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

    Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

    Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

    KPAI Hadiri Forum Bakohumas, Siap Perkuat Narasi Keketuaan Indonesia di D-8 2026–2027

    KPAI Hadiri Forum Bakohumas, Siap Perkuat Narasi Keketuaan Indonesia di D-8 2026–2027

    Dorong Satgas Nasional, KPAI Tegaskan Darurat  Eksploitasi Seksual Anak Daring

    Dorong Satgas Nasional, KPAI Tegaskan Darurat  Eksploitasi Seksual Anak Daring

    Kasus Eksploitasi Seksual Anak Online Meningkat, KPAI Perkuat Kolabrasi dengan NCMEC

    Kasus Eksploitasi Seksual Anak Online Meningkat, KPAI Perkuat Kolabrasi dengan NCMEC

    KPAI Dorong Rekam Medis Gizi Anak Jadi Dasar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    KPAI Dorong Rekam Medis Gizi Anak Jadi Dasar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    KPAI: Ditres dan Satres PPA PPO Harus Jadi Pilar Perlindungan Anak dan Perempuan

    KPAI: Ditres dan Satres PPA PPO Harus Jadi Pilar Perlindungan Anak dan Perempuan

    Awal 2026, KPAI Pimpin Konsultasi Anak untuk Perkuat Hak Sipil dan Partisipasi di Ruang Digital

    Awal 2026, KPAI Pimpin Konsultasi Anak untuk Perkuat Hak Sipil dan Partisipasi di Ruang Digital

    KPAI Paparkan Laporan Akhir Tahun 2025: Potret Tantangan dan Penguatan Perlindungan Anak di Indonesia

    KPAI Paparkan Laporan Akhir Tahun 2025: Potret Tantangan dan Penguatan Perlindungan Anak di Indonesia

  • Informasi Publik
    • Semua
    • Pengumuman
    • PPID
    • Laporan Tahunan
    • Renstra
    • LAKIP
    • Indikator Kinerja Utama
    • Perjanjian Kinerja
    • Magang
    • Himbauan
    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    KPAI Desiminasikan Pedoman Pengawasan untuk Perkuat Sistem Perlindungan Anak

    Pedoman Pengawasan KPAI Tahun 2025: Wujud Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Terukur dan Berkelanjutan

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK :  ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK : ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    KOMITMEN BERSAMA EFEKTIFITAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN EKSPLOITASI DAN TPPO KEPULAUAN RIAU

    KOMITMEN BERSAMA EFEKTIFITAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN EKSPLOITASI DAN TPPO KEPULAUAN RIAU

    Laporan Akhir Tahun KPAI 2023

    Laporan Akhir Tahun KPAI 2023

    MAKLUMAT PELAYANAN

    MAKLUMAT PELAYANAN

  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian

SEKOLAH RAMAH ANAK BAGIAN KOMITMEN MEMBANGUN DUNIA RAMAH ANAK

Ditayangkan oleh Humas KPAI
22 Mei 2014
di Artikel
5 min read
0
SEKOLAH RAMAH ANAK  BAGIAN KOMITMEN MEMBANGUN DUNIA RAMAH ANAK
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Email

Trend meningkatnya kekerasan di Sekolah menyulut kegelisahan para penggiat perlindungan anak baik secara personal maupun secara kelembagaan. Tidak terkecuali Komisi Perlidungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga Negara independent yang memeiliki tugas pokok mengefektifkan perlindungan anak ini terus berupaya agar kekerasan anak di sekolah dapat dieliminer, diantaranya mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA) yang telah digagas oleh berbagai pihak.

Sebagai salah satu upaya mendorong Sekolah Ramah Anak itu, pada Kamis 23 Januari 2014 KPAI kembali menggelar Fokus Group Diskusi dengan tema “ Pendisilpilinan Di Sekolah tanpa Kekerasan “. Acara yang digelar di lt 3 KPAI yang berlokasi di area ring satu ( Jl. Teuku Umur No. 10-12) Menteng Jakarta Pusat itu dihadiri oleh berbagai pihak terkait Perlindungan Anak. Diantaranya Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sekjen Federasi Guru Seluruh Indonesia (FGSI), Perwakilan Guru dan Siswa SMKN 36 Jakarta Utara, Perwakilan Guru dan Siswa SMAN 32, Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan, Gugah Nurani Indonesia (GNI) UNICEF, Plan Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), Kementerian Agama RI, Dinas Pendididkan Kota Depok, Dinas Pendidikan Kab. Bogor, Ecpat Indonesia dan New Indonesia.

Pada kesempatan itu KPAI melalui Pokja Manajemen Luthfie Chumaidi memaparkan materi “ Pendisiplinan Tanpa Kekerasan “. Dalam paparannya disebutkan bahwa tujuan dari FGD tersebut adalah : Menyediakan ruang bagi guru, siswa dan praktisi untuk berbagi pengalaman bagaimana menyelenggarakan sekolah ramah anak, Mendapatkan masukan-masukan untuk optimalisasi pengembangan program sekolah ramah anak, Mendorong pemerintah untuk melakukan replikasi model pembelajaran ramah anak dalam upaya memenuhi dan melindungi hak-hak anak dan mencari serta menggali bentuk-bentuk pendisiplinan tanpa kekerasan. Adapun output dari acara tersebut menurut Luthfie diharapkan menghasilkan model/bentuk-bentuk pendisiplinan tanpa kekerasan. Selain itu dari FGD tersebut dapat diterbitkan buku panduan Sekolah Ramah Anak sebagai media sosialisasi untuk mewujudkan pendidikan nasional yang melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi.
Sementara itu Ketua KPAI, Badriyah Fayumi, menuturkan “Diskusi ini merupakan bentuk komitmen untuk menjadikan dunia ramah anak, yang turunannya berupa, Kota Ramah Anak, Mudik Ramah Anak, Kampanye Ramah Anak dan Sekolah Ramah Anak“. Oleh karenannya ia berharap diskusi ini mampu memberikan kontribusi bagi anak-anak Indonesia. Ketua KPAI juga menegaskan, amandemen UUD 1945 begitu memberikan peluang terhadap Perlindungan Anak yang sangat luas, akan tetapi dalam implementasinya masih sangat kurang maksimal, ujarnya. Pada kesempatan itu, Ketua KPAI mengatakan bahwa hampir semua aduan ke KPAI terkait dengan Sekolah. Banyak sekali persoalan – persoalan yang dapat disisir dari berbagai persoalan di sekolah imbuhnya. Mbak Bad, panggilan akrab Badriyah Fayumi, mengingatkan bahwa guru dan orang tua adalah orang yang berada di garda paling depan untuk melindungi anak, pesannya.

Fokus Grop Diskusi (FGD) yang memakan waktu hampir tiga jam itu, berlangsung dengan sangat dinamis dan solutif. Hampir semua peserta diskusi menyampaikan pendapatnya terkait dengan kebijakan dan problematika yang dihadapi. Misalnya saja Ali dari Unicef, mengatakan bahwa perasoalan kekerasan di sekolah bukan karena pendisiplinan. Seringkali hukuman tidak memberi alternative lain kata Ali. Menurutnya UNICEF sudah membuat panduan model SRA bersama dengan Kemendikbud dan Unesco. Lain lagi pendapat Sekretaris Jenderal FGSI, Retno. Perempuan yang mengkritisi pelaksanaan UN ini meyakini bahwa UU PA mengamanatkan bahwa kekerasan tidak boleh dilakukan dengan alasan apapun.Problemnya menurut dia minimnya sosialisasi UU PA di lingkungan sekolah. Ia menegaskan FGsI clear, tidak boleh ada kekerasan yang dilakukan oleh guru dengan alasan apapun. Retno menuturkan“ menurut hemat kami selama ini peraturan sekolah tidak partisipatif, ujarnya. Sebagai contoh ungkapnya lebih lanjut, sekolah Negeri, kebijakannya terkesan diskriminatif (mono kebijakan) sehingga terjadi perlakuan diskriminaf bagi minoritas. Padahal bangsa ini sangat beragam imbuh Retno. Sebenarnya, menurut Sekretaris FGSI ini, banyak guru yang ingin membantu siswa yang mendapat tekanan, akan tetapi si guru tersebut takut dengan kepala Sekolah. Ia menambahkan, ketika guru – guru yang tergabung dalam FSGI akan melaksanakan konsep Sekolah Ramah Anak, dianggap guru abnormal.

Tak kalah menarik pendapat delegasi dari KPP-PA, menurutnya Sekolah Ramah Anak (SRA) harus dibangun disemua sektor, oleh karenanya menurut dia harus digalakkan pelatihan KHA disemua sektor. DIa juga berpandangan membangun SRA harus melibatkan semua pihak. Karena SRA menyakngkut berbagai hal; sarana / prasarana harus ramah anak, mendengarkan suara anak dan lain-lain. Bebas dari kekerasan di Sekolah, hanyalah salah satu dari indicator SRA urainya. Lain lagi utusan dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), pada kesempatan itu GNI menyampaikan hasil survaynya terkait pemahaman guru terhadap Undang – Undang Perlindungan Anak. Berdasarkan hasil penelitiannya disampaikan; banyak guru yang tidak memahami apa itu SRA, 58 % guru tidak mengetahui hak anak, 83 % Guru menganggap bahwa hukuman adalah bentuk pendisiplinan di Sekolah. Dan uniknya menurut hasil penelitian GNI 91 % siswa menginginkan tetap ada hukuman, akan tetapi tidak bersifat kekerasan fisik.

Expat Indonenesia menilai bahwa pemberian Pekerjaan Rumah (PR) juga merupakan bentuk kekerasan, alasannya dengan adanya PR maka hak bermain anak jadi berkurang. Hal tersebut senada dengan apa yang dilontarkan oleh Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan. Namun demikian Expat Indonesia optimis bahwa Sekolah Ramah Anak dapat diwujudkan di Indonesia, walau juga terkadang pesimis jika melihat meninghkatnya tingkat kekerasan terhadap anak di Indonesia. Lebih jauh Ahmad Ikrom dari New Indonesia, berpandangan bahwa New Indonesia ( Ahmad Ikrom Wajib Belajar 9 ( Sembilan ) tahun belum ramah anak. Ia berpendapat Wajib belajar atau wajar 12 ( dua belas ) tahun, baru menuju sekolah ramah anak. Ia beralasan Ijazah SMP belum bisa untuk melamar pekerjaan. Selain itu Ikrom juga berpandangan, penyeragaman keramahan harus memperhatikan atau disesuaikan dengan kondisi daerah masing–masing. Karena justru konsep penyeragaman itu bisa menimbulkan prilaku tidak ramah, tegas Ikrom.

Sementara itu FGD memberikan kesimpulan diantaranya; Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah sebuah kebutuhan agar anak bisa belajar dengan nyaman, senang, tentram, tidak terancam, menumbuhkan karakter dan mandiri; SRA harus mengintegrasikan prinsip-prinsip perlindungan anak ke dalam penyelenggaraan pendidikan, yang melibatkan Manajemen Sekolah yang tidak mengecilkan partisipasi anak-anak dalam pengambilan keputusan, pembelajaran yang aktif, menyenangkan dan interaksi yang positif antara guru dan siswa di sekolah, serta keterlibatan langsung orang tua dan masyarakat; Peran sekolah, terutama Kepala Sekolah dan Guru, sangat penting untuk menerapkan SRA. Namun demikian, rancangan SRA harus berangkat dari kebutuhan anak (siswa-siswi). Peserta didik bukan obyek, melainkan menjadi subyek pendidikan, yang akan mendapat pelayanan SRA. Kendalanya belum semua Sekolah/guru bisa melakukan itu, karena dianggap bisa mengurangi kewibawaan guru; Belum ada pemetaan yang komprehenshif masalah anak di sekolah dan juga guru dalam menghadapi permasalahan anak. Pemetaan tersebut menjadi bahan Kepala Sekolah melakukan sesuatu; Praktik SRA nyata-nyata memberikan hasil yang baik bagi siswa-siswi, mereka lebih riang dan nyaman dalam belajar, prestasi naik, dan sekaligus mendidik bagi orang tua agar bersikap serupa, yakni menyenangkan anak dan menghilangkan kekerasan di rumah; Alternatif pendisiplinan terhadap anak tanpa kekerasan belum diketahui dan dilakukan secara masif dan nasional.

Selain menghasilkan beberapa kesimpulan, FGD juga menerbitkan beberapa rekomendasi; Mendorong SRA agar menjadi kebijakan nasional dan langsung diadopsi di semua sekolah. Semua pihak harus bersinergi untuk mendorong kebijakan tersebut; Konsep SRA perlu dirumuskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dilaksanakan oleh setiap sekolah; Perlu dilakukan pemetaan secara komprehenshif permasalahan anak di sekolah dan guru dalam menghadapi atau menangani permasalahan anak. Pemetaan tersebut menjadi bahan Kepala Sekolah melakukan sesuatu; Perlu penyebarluaskan praktik-praktik SRA yang nyata-nyata dapat memberikan hasil yang baik bagi siswa-siswi, mereka lebih riang dan nyaman dalam belajar, prestasi naik, dan sekaligus mendidik bagi orang tua agar bersikap serupa, yakni menyenangkan anak dan menghilangkan kekerasan di rumah. Perlu disusun bentuk-bentuk pendisiplinan terhadap anak tanpa kekerasan secara komprehenshif sehingga dapat dijadikan acuan secara nasional.
Dalam kata akhirnya Ketua KPAI Badriyah Fayumi menyampaikan, KPAI menyambut dengan sangat positip terhadap mitra-mitra yang memiliki gagasan SRA. Selain itu ia mengingatkan pembuatan kebijkan di sekolah harus bersifat partisipatif. Pendisiplinan tanpa kekerasan harus bersifat komprehensif menyangkut sarana / prasarana dan lain-lain, lanjunya. Ketua KPAI, yang tinggal menunggu masa akhir jabatannya itu juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan Perlindungan Anak, untuk melakukan pendisiplinan tanpa kekerasan sesuai dengan tupoksi masing –masing dengan tetap melakukan koordinasi.

Sebelumnya

KPAI : Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Peningkatan Perlindungan Anak

Berikutnya

KPAI: Ada Bukti Baru Guru St. Monica Lakukan Pelecehan Seksual

TERKAIT

KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

25 Februari 2026
92
Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

24 Februari 2026
57
Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

24 Februari 2026
60
KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

19 Februari 2026
48
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
  • TRENDING
  • TANGGAPAN
  • TERKINI
POTRET KESENJANGAN PERLINDUNGAN ANAK DARI REGULASI HINGGA IMPLEMENTASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

1 November 2014
Anak Pekerja yang Di-PHK akibat Terdampak Covid-19 Kian Rentan, KPAI Bentuk Pokja Khusus

Sejumlah Kasus Bullying Sudah Warnai Catatan Masalah Anak di Awal 2020, Begini Kata Komisioner KPAI

10 Februari 2020
Undang – Undang (UU) RI No.9 Tahun 2012 Tentang Anak

Undang – Undang (UU) RI No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak

12 September 2013
Focus Group Discusion (Partisipasi Anak Indonesia Bicara Kekerasan di Sekolah)

Hukuman Cukur Rambut Siswa Tak Pantas

4 Januari 2016
SEKOLAH RAMAH ANAK  BAGIAN KOMITMEN MEMBANGUN DUNIA RAMAH ANAK

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH DAN SOLUSINYA

18 Juni 2014
Terima Award SSSG, Ketua KPAI: Ini Dedikasi untuk Perlindungan Anak

KPAI: Lihat Kekerasan pada Anak, Lapor!

134
KOMISIONER KPAI : Susanto, MA

KPAI : Siapa Penyebar Video Kekerasan SD Bukittinggi?

60

Kondisi Bocah Iqbal Saputra Kritis

39
POTRET KESENJANGAN PERLINDUNGAN ANAK DARI REGULASI HINGGA IMPLEMENTASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

26

PENGUMUMAN PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS TES SELEKSI CALON ANGGOTA KPAI PERIODE TAHUN 2017-2022

24
KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

25 Februari 2026
Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

24 Februari 2026
Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

24 Februari 2026
KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

19 Februari 2026
Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

18 Februari 2026

BERITA LAINNYA

KPAI Dorong Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan untuk Cegah Bullying di Sekolah 

Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Selatan, KPAI Perkuat Penanganan Terpadu Lintas Lembaga

Kasus Dugaan TPPO di Pub Eltras Sikka, KPAI Dorong Perlindungan Korban dan Penanganan Hukum Menyeluruh

KPAI Dorong Penguatan Pencegahan dan Pemulihan Menyeluruh dalam Kasus Kekerasan Antar Pelajar di Cempaka Putih

Safer Internet Day 2026 “Futurefam Summit” Forum untuk Memperkuat Peran Keluarga dalam Melindungi Anak di Dunia Digital

KPAI Hadiri Forum Bakohumas, Siap Perkuat Narasi Keketuaan Indonesia di D-8 2026–2027

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia

Telepon:
(+62) 021 31901446, 021 31900659

Pengaduan:
(+62) 021 31901556

Fax:
(+62) 021 3900833

Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id
pengaduan@kpai.go.id

©2020. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
  • Informasi Publik
  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami

© 2019 KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI)

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Berpartisipai melalui Tanggapanx
()
x
| Balas