Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
    • Semua
    • Siaran Pers
    • Berita KPAI
    • Artikel
    • Suara Kita
    • Tinjauan
    • Aksi
    • Buku
    • Video
    • Foto Galeri
    • infografis
    KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

    KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

    KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

    KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

    KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

    KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

    Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

    Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

    KPAI Lakukan Pengawasan Kasus Anak (16) Meninggal Dunia Akibat Dugaan Pengeroyokan di Bantul

    KPAI Lakukan Pengawasan Kasus Anak (16) Meninggal Dunia Akibat Dugaan Pengeroyokan di Bantul

    KPAI Soroti Kekerasan Daycare Berulang di Indonesia, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh 

    KPAI Soroti Kekerasan Daycare Berulang di Indonesia, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh 

    KPAI Dorong Peningkatan Perlindungan Anak di Papua Barat Daya di Tengah Konflik dan Minimnya Akses Wilayah 3T

    KPAI Dorong Peningkatan Perlindungan Anak di Papua Barat Daya di Tengah Konflik dan Minimnya Akses Wilayah 3T

    KPAI dan Keluarga Indonesia Maslahat (KIM) Perkuat Kolaborasi Anak Berbasis Keluarga

    KPAI dan Keluarga Indonesia Maslahat (KIM) Perkuat Kolaborasi Anak Berbasis Keluarga

    Kasus Pidana Anak di Cilandak, Tekankan Pentingnya Pendampingan dan Pengasuhan yang Baik

    KPAI Dorong Diversi Kasus Anak Berkonflik dengan Hukum di Langkat dengan Pendekatan Perlindungan Anak

    KPAI: Konsumsi Minuman Manis Ancam Kesehatan Anak, Cukai MBDK Mendesak Diterapkan

    KPAI: Konsumsi Minuman Manis Ancam Kesehatan Anak, Cukai MBDK Mendesak Diterapkan

    KPAI Soroti Konten Viral Bernuansa Sensual di Media Sosial, Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    KPAI Soroti Konten Viral Bernuansa Sensual di Media Sosial, Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    KPAI Dorong Penyelesaian Kasus di SMA Kota Bekasi melalui Pendekatan Pemulihan dan Kepentingan Terbaik Anak

    KPAI Dorong Penyelesaian Kasus di SMA Kota Bekasi melalui Pendekatan Pemulihan dan Kepentingan Terbaik Anak

  • Informasi Publik
    • Semua
    • Pengumuman
    • PPID
    • Laporan Tahunan
    • Renstra
    • LAKIP
    • Indikator Kinerja Utama
    • Perjanjian Kinerja
    • Magang
    • Himbauan
    Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

    Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

    Laporan Pencarian Fakta: Pelanggaran HAM dalam Unjuk Rasa dan Kerusuhan Agustus – September 2025

    Laporan Pencarian Fakta: Pelanggaran HAM dalam Unjuk Rasa dan Kerusuhan Agustus – September 2025

    Laporan Akhir Tahun 2024 KPAI: Penguatan Pengawasan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    Laporan Akhir Tahun 2024 KPAI: Penguatan Pengawasan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    KPAI Desiminasikan Pedoman Pengawasan untuk Perkuat Sistem Perlindungan Anak

    Pedoman Pengawasan KPAI Tahun 2025: Wujud Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Terukur dan Berkelanjutan

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK :  ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK : ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
    • Semua
    • Siaran Pers
    • Berita KPAI
    • Artikel
    • Suara Kita
    • Tinjauan
    • Aksi
    • Buku
    • Video
    • Foto Galeri
    • infografis
    KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

    KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

    KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

    KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

    KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

    KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

    Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

    Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

    KPAI Lakukan Pengawasan Kasus Anak (16) Meninggal Dunia Akibat Dugaan Pengeroyokan di Bantul

    KPAI Lakukan Pengawasan Kasus Anak (16) Meninggal Dunia Akibat Dugaan Pengeroyokan di Bantul

    KPAI Soroti Kekerasan Daycare Berulang di Indonesia, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh 

    KPAI Soroti Kekerasan Daycare Berulang di Indonesia, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh 

    KPAI Dorong Peningkatan Perlindungan Anak di Papua Barat Daya di Tengah Konflik dan Minimnya Akses Wilayah 3T

    KPAI Dorong Peningkatan Perlindungan Anak di Papua Barat Daya di Tengah Konflik dan Minimnya Akses Wilayah 3T

    KPAI dan Keluarga Indonesia Maslahat (KIM) Perkuat Kolaborasi Anak Berbasis Keluarga

    KPAI dan Keluarga Indonesia Maslahat (KIM) Perkuat Kolaborasi Anak Berbasis Keluarga

    Kasus Pidana Anak di Cilandak, Tekankan Pentingnya Pendampingan dan Pengasuhan yang Baik

    KPAI Dorong Diversi Kasus Anak Berkonflik dengan Hukum di Langkat dengan Pendekatan Perlindungan Anak

    KPAI: Konsumsi Minuman Manis Ancam Kesehatan Anak, Cukai MBDK Mendesak Diterapkan

    KPAI: Konsumsi Minuman Manis Ancam Kesehatan Anak, Cukai MBDK Mendesak Diterapkan

    KPAI Soroti Konten Viral Bernuansa Sensual di Media Sosial, Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    KPAI Soroti Konten Viral Bernuansa Sensual di Media Sosial, Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

    KPAI Dorong Penyelesaian Kasus di SMA Kota Bekasi melalui Pendekatan Pemulihan dan Kepentingan Terbaik Anak

    KPAI Dorong Penyelesaian Kasus di SMA Kota Bekasi melalui Pendekatan Pemulihan dan Kepentingan Terbaik Anak

  • Informasi Publik
    • Semua
    • Pengumuman
    • PPID
    • Laporan Tahunan
    • Renstra
    • LAKIP
    • Indikator Kinerja Utama
    • Perjanjian Kinerja
    • Magang
    • Himbauan
    Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

    Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

    Laporan Pencarian Fakta: Pelanggaran HAM dalam Unjuk Rasa dan Kerusuhan Agustus – September 2025

    Laporan Pencarian Fakta: Pelanggaran HAM dalam Unjuk Rasa dan Kerusuhan Agustus – September 2025

    Laporan Akhir Tahun 2024 KPAI: Penguatan Pengawasan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    Laporan Akhir Tahun 2024 KPAI: Penguatan Pengawasan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspekstif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

    KPAI Desiminasikan Pedoman Pengawasan untuk Perkuat Sistem Perlindungan Anak

    Pedoman Pengawasan KPAI Tahun 2025: Wujud Penguatan Sistem Perlindungan Anak yang Terukur dan Berkelanjutan

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    PEDOMAN KEMITRAAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Penyelenggaraan Pemenuhan dan Perlindungan Anak di Indonesia

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    KERTAS KEBIJAKAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK :  ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    LAPORAN TAHUNAN KPAI, JALAN TERJAL PERLINDUNGAN ANAK : ANCAMAN SERIUS GENERASI EMAS INDONESIA

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    PENGUMUMAN RESMI PERUBAHAN JAM LAYANAN PENGADUAN LANGSUNG

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    Kertas Kebijakan SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK : Anak Berhadapan Hukum adalah Korban

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK DI INDONESIS 2024

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

    POLICY BRIEF RESTITUSI PEMENUHAN HAK RESTITUSI UNTUK ANAK KORBAN PIDANA

  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian

“Mengasuh” Panti

Ditayangkan oleh Humas KPAI
4 Maret 2017
di Publikasi
3 min read
0
Penandatanganan MoU antara KPAI dengan Fakultas Psikolog UIN Jakarta Untuk penanganan perlindungan anak
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Email

KEPENGURUSAN Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di bawah pimpinan Asrorun Ni’am Sholeh akan segera berakhir. Januari lalu, pada rapat evaluasi kinerja KPAI, di sela catatan positif akan kinerja lembaga tersebut, Komisi VIII DPR RI mendorong KPAI agar pada waktu berikutnya memberikan perhatian secara khusus antara lain kepada anak yatim piatu.

Karena bahasan tentang anak yatim piatu melekat erat dengan dunia kepantian, maka meski tak terucap ada amanat besar agar pembinaan panti asuhan dapat diemban sebaik mungkin oleh kepengurusan KPAI yang baru nantinya.

Dalam tempo tidak terpaut jauh dari rapat itu meledak kasus Panti Asuhan Tunas Bangsa di Riau. Publik terperanjat, mengenang kembali kejadian serupa yang diwartakan berlangsung di Panti Samuel beberapa waktu silam.

Pelajaran menyakitkan dari kasus itu: mendirikan dan menjelmakan panti asuhan sebagai lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) ternyata bukan perkara sepele. Apa boleh buat; getir memang, iktikad baik semata tak lagi memadai untuk melindungi anak-anak.

Ditilik dari perspektif viktimologi, boleh jadi anak-anak yang menderita di panti asuhan telah mengalami triple victimization. Viktimisasi pertama terjadi ketika anak-anak yang sesungguhnya masih dapat diasuh oleh keluarga mereka justru dititipkan ke panti asuhan.

Panti seolah menjadi solusi—bahkan solusi pertama—atas kendala yang dihadapi keluarga terkait tanggung jawab pengasuhan anak.

Viktimisasi kedua berlangsung ketika panti menggandakan penderitaan anak dengan memperlakukan anak-anak di luar batas-batas kepatutan. Sangat ironis bahwa kepentingan terbaik anak kian jauh terealisasikan oleh panti selaku pihak yang mengklaim dirinya sebagai sentra pengasuhan luar keluarga.

Viktimisasi terhadap anak semakin ‘sempurna’ sehingga terjadilah viktimisasi ketiga, manakala otoritas terkait melakukan pengabaian terhadap ketidaklayakan panti asuhan.

Otoritas semacam itu tidak melakukan pengawasan dan pemberdayaan panti, tidak membangun interaksi dengan masyarakat, terlebih ketika khalayak sudah melaporkan indikasi ketidaksemenggahan panti, serta abai terhadap asal-usul anak-anak di panti asuhan.

Untuk mengatasi itu semua, pada tataran paling fundamental adalah perubahan pemikiran. Bahwa, pertama, panti asuhan (LKSA) seharusnya dijadikan sebagai pilihan terakhir ketika terdapat masalah pengasuhan anak.

Pengasuhan berbasis keluarga mesti dikedepankan dalam segala situasi. Baik oleh keluarga sedarah, keluarga asuh (foster family), maupun keluarga angkat. Berdasarkan data global dan studi nasional, sekitar 90% anak yang dititipkan di panti sesungguhnya masih mempunyai keluarga yang dapat mengasuh anak-anak tersebut.

Tidak ada pihak yang dapat berasumsi bahwa begitu panti memiliki izin, maka mutu panti asuhan niscaya akan terbangun dengan sendirinya. Spesifik terkait kasus Tunas Bangsa, pemasangan police line dan penghentian operasional panti bukan berarti bahwa masalah telah selesai.

Semua kalangan, termasuk Dinas Sosial, harus insaf akan adanya akreditasi LKSA. Salah satu unsur cermatan dalam akreditasi tersebut adalah nilai tertinggi diberikan kepada panti yang mampu mengembalikan anak-anak ke keluarga mereka masing-masing.

Itu berarti, pelurusan pemikiran kedua, tidak tepat membayangkan panti sebagai tempat penitipan anak yang bersifat permanen. Anak tidak sepatutnya menghuni untuk selama-lamanya.

Karena itu, otoritas terkait harus membangun sebuah sistem makro guna memastikan bahwa keluarga anak (asal-usul anak) tetap terlacak dan terdata secara kontinu, sehingga anak-anak panti dapat sewaktu-waktu kembali kepada orang tua atau keluarga mereka. Pendataan asal-usul anak semestinya bisa dilakukan bersamaan dengan program kartu tanda penduduk anak yang sempat digagas oleh pemerintah pada tahun lalu.

Seiring dengan itu, lebih dari sekadar masalah pendataan, seluruh pihak mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif mengedukasi para orang tua dan keluarga-keluarga di Indonesia guna mengaktualisasi potensi-potensi pengasuhan anak mereka.

Poin ini sangat relevan dengan ungkapan Nabi Muhammad SAW bahwa rumah terindah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak yatim. Anak-anak yatim, dengan kata lain, harus diupayakan semaksimal mungkin dapat bertumbuh dan berkembang di lingkungan berformat keluarga.

Keterlibatan Publik
Syarat bagi beroperasinya panti asuhan adalah memiliki izin dinas sosial serta mendapat persetujuan masyarakat. Persetujuan masyarakat dapat ditafsirkan sebagai bentuk citizen oversight, di mana masyarakat terdorong untuk memantau keberadaan panti beserta anak-anak yang ada di dalamnya.

Sebagai bagian inheren dari komunitas, program-program penyejahteraan masyarakat juga sepatutnya dibarengi pula dengan inisiatif penyejahteraan panti.

Kementerian Sosial harus disemangati untuk mengintensifkan proses akreditasi panti-panti asuhan se-Indonesia. Tercatat, dari  lima ribu lebih panti asuhan di Tanah Air, baru 400-an panti yang telah terakreditasi. Angka itu kurang dari 10%.

Alhasil, ketika Kementerian Sosial berani mencanangkan 2017 sebagai tahun Indonesia bebas anak jalanan, Kementerian yang sama seyogianya juga menetapkan batas waktu maksimal bagi terakreditasinya seluruh panti asuhan dari Sabang sampai Merauke. Tentu, akreditasi bukan aktivitas penilaian semata.

Sejatinya, akreditasi adalah proses peningkatan kapasitas panti-panti asuhan agar benar-benar dapat berfungsi sebagai sentra penyejahteraan anak-anak. Berangkat dari situ, LPA Indonesia mengulurkan tangannya kepada Kementerian Sosial untuk diikutsertakan dalam gugus tugas pengakreditasian panti-panti asuhan di Tanah Air.

Sekaligus, senyampang publik tengah menaruh atensi tinggi pada masalah pengasuhan, legislatif dan eksekutif perlu diimbau agar selekasnya mengambil ancang-ancang untuk merevisi UU Perlindungan Anak.

Masuknya hal ihwal pengasuhan secara lebih komprehensif ke dalam undang-undang tersebut, alih-alih menyusun rancangan undang-undang tersendiri, diharapkan akan menghadirkan jaminan ekstra bagi proses tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Allahu a’lam.

Sebelumnya

Waspadai Kanker pada Anak

Berikutnya

Keluarga pelindung utama anak dari pengaruh radikalisme

TERKAIT

KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

8 Mei 2026
45
KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

7 Mei 2026
10
KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

30 April 2026
37
Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

30 April 2026
38
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
  • TRENDING
  • TANGGAPAN
  • TERKINI
POTRET KESENJANGAN PERLINDUNGAN ANAK DARI REGULASI HINGGA IMPLEMENTASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

1 November 2014
Anak Pekerja yang Di-PHK akibat Terdampak Covid-19 Kian Rentan, KPAI Bentuk Pokja Khusus

Sejumlah Kasus Bullying Sudah Warnai Catatan Masalah Anak di Awal 2020, Begini Kata Komisioner KPAI

10 Februari 2020
Undang – Undang (UU) RI No.9 Tahun 2012 Tentang Anak

Undang – Undang (UU) RI No.11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak

12 September 2013
Focus Group Discusion (Partisipasi Anak Indonesia Bicara Kekerasan di Sekolah)

Hukuman Cukur Rambut Siswa Tak Pantas

4 Januari 2016
SEKOLAH RAMAH ANAK  BAGIAN KOMITMEN MEMBANGUN DUNIA RAMAH ANAK

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH DAN SOLUSINYA

18 Juni 2014
Terima Award SSSG, Ketua KPAI: Ini Dedikasi untuk Perlindungan Anak

KPAI: Lihat Kekerasan pada Anak, Lapor!

134
KOMISIONER KPAI : Susanto, MA

KPAI : Siapa Penyebar Video Kekerasan SD Bukittinggi?

60

Kondisi Bocah Iqbal Saputra Kritis

39
POTRET KESENJANGAN PERLINDUNGAN ANAK DARI REGULASI HINGGA IMPLEMENTASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

26

PENGUMUMAN PESERTA YANG DINYATAKAN LULUS TES SELEKSI CALON ANGGOTA KPAI PERIODE TAHUN 2017-2022

24
KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

8 Mei 2026
KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

7 Mei 2026
KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

30 April 2026
Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

30 April 2026
Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

30 April 2026

BERITA LAINNYA

KPAI Tegaskan Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

KPAI Dorong Pengarusutamaan Hak Anak dalam Percepatan Pembangunan Otsus Papua

KPAI Dorong Media Terapkan Pemberitaan Ramah Anak, Lindungi Identitas dan Martabat Anak di Ruang Digital

Penguatan Tata Kelola Daycare: KPAI Dorong Sistem Terintegrasi Berbasis Perlindungan Anak

Policy Brief: Penguatan Pemberitaan Ramah Anak dan Inklusif dalam Perlindungan Hak Anak di Indonesia

KPAI Lakukan Pengawasan Kasus Anak (16) Meninggal Dunia Akibat Dugaan Pengeroyokan di Bantul

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia

Telepon:
(+62) 021 31901446, 021 31900659

Pengaduan:
(+62) 021 31901556

Fax:
(+62) 021 3900833

Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id
pengaduan@kpai.go.id

©2020. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil pencarian
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Logo KPAI
    • Profil Pimpinan dan Anggota KPAI
    • Struktur Organisasi
  • Publikasi
  • Informasi Publik
  • Data
    • Data Perlindungan Anak
    • Regulasi
  • Layanan Publik
    • Pengaduan Online
    • KPAD
    • Layanan Persuratan
    • PPID
  • Hubungi Kami

© 2019 KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI)

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
0
0
Berpartisipai melalui Tanggapanx
()
x
| Balas