“Karena diakui atau tidak oleh para pihak-pihak yang tidak setuju, yang pasti kami punya fakta dan data akibat pornografi anak-anak jatuh korban. Yang pertama, korban ketergantungan. Kedua, korban menjadi pelaku yang dipicu oleh materi pornografi karena banyak anak-anak yang menjadi korban perkosaan. Orang boleh tidak percaya karena video pornografi, banyak korban perkosaan. Tapi silakan tinjau ke lapangan. Akibat nonton video itu telah memicu, memacu, ada itu yang saya sampaikan tidak ke penyidik. Masalah hukum kami serahkan ke penyidik, tapi masalah data dan fakta tadi juga harus dipertimbangkan. Maka polisi harus memproses kasus pornografi sampai selesai,” ujar Hadi saat ditemui sesuai mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (7/7) sore.
KPAI: Tak Butuh Ahli Untuk Melihat Kebenaran Pelaku Video Mesum
-
by Tim KPAI
- Categories: Video
- Tags: Pelecehan AnakPemerkosaan Anak
INFO TERKAIT
KPAI Lakukan Pengawasan Anak Tidak Sekolah di Langkat dan Binjai, Dorong Penguatan Penanganan ATS di Sumatera Utara
Ditayangkan oleh Humas KPAI 26 Juni 2026
KPAI dan PUSHAM Universitas Surabaya Bahas Tantangan Perlindungan Anak dalam Dialog Akademik
Ditayangkan oleh Humas KPAI 19 Juni 2026
KPAI Dorong Penguatan Literasi Digital dan Parenting Digital untuk Cegah Eksploitasi Seksual Anak di Ranah Daring
Ditayangkan oleh Humas KPAI 19 Juni 2026
KPAI Kecam Perundungan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di RPTRA Pasar Senen Dorong Penguatan Pengawasan Ruang Publik Ramah Anak
Ditayangkan oleh Humas KPAI 19 Juni 2026